DUNIA ANIMASI

July 6, 2009

ke dua puluh lima

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 4:09 am
Tags:

Animasi Karya Anak Bangsa

Kumpulan animasi karya anak bangsa dan forum diskusi untuk para pecinta animasi

Apa itu animasi? Animasi adalah susunan gambar diam (static graphics) yang dibuat efek sehingga seolah-olah tampak bergerak itulah yang disebut animasi. Tulisan yang meluncur dari samping ke tengah layar, atau gambar yang dapat bergerak-gerak dari menghadap kiri berubah ke kanan atau gambar yang seolah-olah menunjukan gambar kartun yang sedang berlari-lari atau juga berjalan, itu adalah contoh animasi yang sederhana.

Apa perbedaan antara Movie dan Animasi? Movie adalah hasilnya, sedangkan animasi adalah proses kejadiaannya atau proses bagaimana menggerak-gerakkan suatu objek yang disebut menganimasi. Istilah animasi berawal dari film kartun yang dibuat oleh Walt Disney di mana karakter yang dijadikan tokohnya adalah binatang ( animal ).

Membuat animasi kartun tidaklah lengkap cukup dengan hanya gambar saja, melainkan diharuskan memberikan efek suara (sounds) agar animasi menjadi lebih hidup dan menarik. Misalnya suara orang sedang berbicara, suara mobil jika pada animasi kita menyertakan adanya mobil atau kendaraan, sounds effect untuk suara binatang atau suara petir, hujan dan sebagainya. Suara dalam animasi kartun sangatlah penting untuk digunakan, jadi jangan lupa memberikan efek suara pada animasi yang kita buat.

ke dua puluhempat

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 4:06 am
Tags:
TEKHNIK FILM ANIMASI

Berdasarkan materi atau bahan dasar obyek animasi yang dipakai, secara umum jenis teknik film animasi digolongkan dua bagian besar, film animasi dwi-matra (flat animation/2D) dan film animasi tri­matra(object animation/3D).

Film animasi Dwi-matra (flat animation/2D)

Jenis film animasi ini seluruhnya menggunakan bahan papar yang dapat digambar di atas permukaannya. Disebut juga jenis film animasi gambar, sebab hamper semua obyek animasinya melalui runtun kerja gambar. Semua runtun kerja jenis film animasi ini dikerjakan di atas bidang datar atau papar.

Beberapa jenis film animasi dwi-matra adalah:

a. Film animasi sel(Cel Technique)

Jenis film animasi ini merupakan teknik dasar dari film animasi kartun (cartoon animation). Teknik animasi ini memanfaatkan serangkaian gambar yang dibuat di atas lembaran plastic tembus pandang, disebut sel.
Figur animasi digambar sendiri-sendiri di atas sel untuk tiap perubahan gambar yang bergerak, selain itu ada bagian yang diam, yaitu latar belakang (background), dibuat untuk tiap adegan, digambar memanjang lebih besar daripada lembaran sel.
Lembaran sel dan latar diberi lobang pada salah satu sisinya, untuk dudukan standar page pada meja animator sewaktu di gambar, dan meja dudukan sewaktu dipotret.

b. Penggambaran langsung pada film

Tidak seperti pada film animasi lainnya, jenis film animasi ini menggunakan teknik penggambaran obyek animasi dibuat langsung pada pita seluloid baik positif atau negative, tanpa melalui runtun pemotretan kamera stop frame, untuk suatu kebutuhan karya seni yang bersifat pengungkapan. Atau yang bersifat percobaan, mencari sesuatu yang baru.

Film Animasi Tri-matra (Object Animation)

Secara keseluruhan, jenis film animasi tri-matra menggunakan teknik runtun kerja yang sama dengan jenis film animasi dwi-matra, bedanya obyek animasi yang dipakai dalam wujud tri-matra. Dengan memperhitungkan karakter obyek animasi, sifat bahan yang dipakai, waktu, cahaya dan ruang.
Untuk mengerakkan benda tri-matra, walaupun itu mungkin, tapi cukup sulit untuk melaksanakannya, karena sifat bahan yang dipakai mempunyai ruang gerak yang terbatas.

Berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan, termasuk dalam jenis film animasi ini adalah :

a. Film Animasi Boneka (Puppet Animation)

Obyek animasi yang dipakai dalam jenis film animasi ini adalah boneka dan figur lainnya, merupakan penyederhanaan dari bentuk alam benda yang ada, terbuat dari bahan-bahan yang mempunyai sifat lentur (plastik) dan mudah untuk digerakkan sewaktu melakukan pemotretan bingkai per bingkai, seperti bahan kayu yang mudah ditatah atau diukir, kain, kertas, lilin, tanah lempung dan lain-lain, untuk dapat menciptakan karakter yang tidak kaku dan terlalu sederhana.

b. Film Animasi Model

Obyek animasi tri-matra dalam jenis film ini berupa macam­macam bentuk animasi ayng bukan boneka dan sejenisnya, seperti bentuk-bentuk abstark; balok, bola, prisma, piramida, silinder, kerucut dan lain-lain. Atau bentuk model, percontohan bentuk dari ukuran sebenarnya, seperti bentuk molekul dalam senyawa kimia, bola bumi.Bentuk obyek animasi sederhana, penggunaannya pun tidak terlalu rumit dan tidak banyak membutuhkan gerak, bahan yang dipakai terdiri dari kayu, plastic keras dan bahan keras lainnya yang sesuai denga sifat karakter materi yang dimiliki, tetapi tidak berarti bahan lentuk tidak dipakai.
Disebut juga film animasi non-figur, karena keseluruhan cerita tidak membutuhkan tokoh atau figure lainnya. Jenis film Teknik yang memanfaatkan lembaran sel merupakan suatu pertimbangan penghematan gambar, dengan memisahkan bagian dari obyek animasi yang bergerak, dibuat beberapa gambar sesuai kebutuhan; dan bagian yang tidak bergerak, cukup dibuat sekali saja.

c. Film Animasi Potongan (Cut-out Animation)

Jenis film animasi ini, termasuk penggunaan teknik yang sederhana dan mudah. Figur atau obyek animasi dirancang, digambar pada lembaran kertas lalu dipotong sesuai dengan bentuk yang telah dibuat, dan diletakkan pada sebuah bidang datar sebagai latar belakangnya. Pemotretan dilakukan dengan menganalisis langsung tiap gerakan dengan tangan, sesuai denagn tuntutan cerita.
Dengan teknik yang sederhana, gerak figur atau obyek animasi menjadi terbatas sehingga karakternyapun terbatas pula. Karakter figur dibuat terpisah, biasanya, terdiri dari tujuh bagian yang berbeda; kepala, leher, badan, dua tangan dan dua kaki. Untuk menggerakkan dan menghidupkan karakter, pemisahan itu bias disesuaikan dengan tuntutan cerita, bisa dibuat kurang dari bagian tadi atau lebih.

d. Film Animasi Bayangan (Silhoutte Animation)

Seperti halnya pertunjukan wayang kulit, jenis film animasi ini menggunakan cara yang hampir sama, figur atau obyek animasi berupa bayangan dengan latar belakang yang terang, karena pencahayaannya berada di belakang layer.
Teknik yang dipakai sama dengan film animasi potongan, yaitu figur digambar lalu dipotong sesuai dengan bentuk yang digambar dan diletakkan pada latar di meja dudukan kamera untuk dipotret. Bedanya di sini, kertas yang dipakai tidak seperti animasi potongan, bahan kertas berwarna atau diberi warna sesuai dengan kebutuhan, sedangkan film animasi bayangan seluruhnya menggunakan bahan kertas berwarna gelap atau warna hitam, baik itu figur atau obyek animasi lainnya.

e. Film Animasi Kolase (Collage Animation)

Yang selalu berhubungan dengan jenis film animasi ini adalah sebuah teknik yang bebas mengembangkan keinginan kita untuk menggerakkan obyek animasi semaunya di meja dudukan kamera. Teknik cukup sederhana dan mudah dengan beberapa bahan yang bisa dipakai; potongan Koran, potret, gambar-gambar, huruf atau penggabungan dari semuanya. Gambar dan berbagai bahan yang dipakai, disusun sedemikian rupa lalu dirubah secara berangsur­angsur menjadi bentuk susunan baru, dimana tiap perubahan penempelan dipotret dengan kamera menjadi suatu bentuk film animasi yang bebas.

Perkembangan suatu perusahaan, diagram suatu jaringan dalam tubuh organisme, pembuatan credit title dalam sebuah film cerita dan lain sebagainya.

ke dua puluh tiga

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 4:02 am
Tags:

PERJALANAN ANIMASI INDONESIA

Image

Dalam hal animasi Indonesia juga sangat berkembang, dari jaman pewayangan hingga jaman 3D sekarang ini. Sejarah Animasi Indonesia mulai diketahui sejak ditemukannya Cave Pinting yang bercerita mengenai binatang buruan atau hal-hal yang berbau mistis. Wayang yang merupakan cikal bakal lahirnya animasi Indonesia.

Awalnya Untuk Kepentingan Politik
Sejak tahun 1933 di Indonesia banyak koran lokal yang memut iklan Walt Disney. kemudian Pada Tahun 1955 Presiden Soekarno yang sangat menghargai seni mengirim seorang seniman bernama Dukut Hendronoto (pak Ook) untuk belajar animasi di studio Walt Disney, setelah tiga bulan ia kembali ke Indonesia dan membuat film animasi pertama bernama Si Doel Memilih animasi ini awalnya di buat untuk tujuan kampanye politik. Lalu pada tahun 1963 Ook hijrah ke TVRI dan mengembangkan animasi di sana dalam salah satu program namun kemudian program itu dilarang karena dianggap terlalu konsumtif.

ERA 70-an
Pada tahun 70-an terdapat studio animasi di Jakarta bernama Anima Indah yang didirikan oleh seorang warga Amerika. Anima Indah termasuk yang mempelopori animasi di Indonesia karena menyekolahkan krunya di Inggris, Jepang,Amerika dan lain-lain. Anima berkembang dengan baik namun hanya berkembang di bidang periklanan. Di tahun 70-an banyak film yang menggunakan kamera seluloid 8mm, maraknya penggunaan kamera untuk membuat film tersebut, akhirnya menjadi penggagas adanya festival film. di festival film itu juga ada beberapa film animasi Batu Setahun, Trondolo, Timun Mas yang disutradarai Suryadi alias Pak Raden (animator Indonesia Pertama).

Era 80-an
Tahun Yang ditandai sebagai tahun maraknya animasi Indonesia Ada film animasi rimba si anak angkasa yang disutradarai Wagiono Sunarto dan dibuat atas kolaborasiualangan si Huma yang diproduksi oleh PPFN dan merupakan animasi untuk serial TV. beberapa animator lokal. ada juga film animasi PetEra tahun 1980-1990-an ditandai dengan lahirnya beberapa studio animasi seperti Asiana Wang Animation bekerjasama dengan Wang Fim Animation, Evergreen,Marsa Juwita Indah, Red Rocket Animation Studio di Bandung, Bening Studio di Yogyakarta dan Tegal Kartun di Tegal

Era 90-an
Di tahun ini bertaburan dengan berbagai film animasi diantaranya Legenda Buriswara, Nariswandi Piliang,Satria Nusantara yang kala itu masih menggunakan kamera film seluloid 35mm, kemudian ada serial Hela,Heli,Helo yang merupakan film animasi 3D pertama yang di buat di Surabaya, Tahun 1998 mulai bermunculan film-film animasi yang berbasis cerita rakyat seperti Bawang Merah dan Bawang Putih, Timun Mas dan petualangan si Kancil di Era 90-an ini banyak terdapat animator lokal yang menggarap animasi terkenal dari jepang seperti Doraemon dan Pocket Monster

Era 2000-an
Diantara sekian banyak studio animasi di Indonesia, Red Rocket Animation termasuk yang paling produktif. Pada tahun 2000 Red Rocket memproduksi beberapa serial animasi TV seperti Dongeng Aku dan Kau, Klilip dan Puteri Rembulan, Mengapa Domba Bertanduk dan Berbuntut Pendek, Si Kurus dan Si Macan, pada masa ini serial animasi cukup populer karena menggabungkan 2D animasi dengan 3D animasi.Pada tahun 2003, serial 3D animasi merambah layar lebar diantaranya Janus Perajurit Terakhir, menyusul kemudian bulan Mei 2004 terdapat film layar lebar 3D animasi berdurasi panjang yaitu Homeland.
Disunting dari Majalah CONCEPT.Vol04.Ed.22.2008

ke dua puluh dua

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 3:49 am
Tags:

TIN-TIN.,

Petualangan Tintin – Seri Televisi adalah sebuah seri film animasi untuk televisi yang dibuat berdasarkan komik terkenal Petualangan Tintin hasil karya dari Hergé. Film ini dibuat pada tahun 1991, dan terbuat menjadi 39,5 jam episode (secara keseluruhan) telah dibuat yang dibagi menjadi tiga sesi. Film inilah yang dikenal sebagai adaptasi terbaik dari buku komiknya.

ke dua puluh satu

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 3:35 am
Tags:

Final Fantasy VII: Advent Children

( ,Fainaru Fantajī Sebun Adobento Chirudoren?) adalah sebuah film animasi komputer 3D yang diadaptasi dari permainan PlayStation yang sangat sukses, Final Fantasy VII. Film ini mengambil setting dua tahun setelah kejadian pada permainan Final Fantasy VII, dalam dunia pasca-bencana yang sedang dalam masa pemulihan, dan bercerita tentang petualangan tokoh protagonis utama Cloud Strife dalam usahanya mengungkap penyebab dari wabah misterius yang menyebar ke seluruh planet Gaia[1]. DVD dan UMD pertamanya yang dirilis pada tahun 2005 diisi suara Jepang. Versi NTSC dan PAL berbahasa Inggris dirilis pada tanggal 25 April 2006. Di Indonesia, DVD dan VCD-nya telah dirilis pada tanggal 29 Juli 2006. Soundtrack film ini disusun oleh Nobuo Uematsu, Kenichiro Fukui, Keiji Kawamori dan Tsuyoshi Sekito, dirilis pada tanggal 28 September 2005.

Ada dua edisi khusus pada DVD versi Jepang yang dirilis yaitu, “First Print Limited Edition” (Cetakan Pertama Edisi Terbatas) dan “Advent Pieces: Limited”. “Advent Pieces: Limited” berisi semua yang ada dalam “First Print Limited Edition” beserta bonus-bonus tambahan lainnya.

Advent Children merupakan judul pertama yang diumumkan dalam Compilation of Final Fantasy VII, dan menerima penghargaan Honorary Maria Award pada Festival Internacional de Cinema de Cataluña tanggal 15 Oktober 2005.

Final Fantasy VII: Advent Children telah diberikan rating PG-13 di Amerika Serikat oleh Motion Picture Association of America untuk “adegan aksi fiksi ilmiah dengan unsur kekerasan”, walaupun film ini tidak pernah ditayangkan di bioskop Amerika (berbeda dengan film CGI Final Fantasy: The Spirits Within yang tampil di bioskop).

ke duapuluh

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 3:26 am
Tags:

Apa Itu Manga?

Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga.

ke sembilanbelas

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 3:21 am
Tags:

Membuat Animasi di Web

Penge menampilkan avatar yang keren dan imut di profil jejaring sosial kamu tapi tidak menguasai banyak sotoshop (potoshop). Sekarang semua itu bisa kamu lakukan dengan membaca artikel ini lebih lanjut.

Jika Anda tidak familiar dengan aplikasi Photoshop atau pengolah gambar lainnya, Anda dapat menggunakan layanan online yang sangat mudah penggunaannya ini, Gickr.

Pertama-tama yang harus Anda siapkan adalah beberapa gambar dan pastikan bahwa gambar-gambar tersebut memiliki ukuran yang sama agar hasilnya bagus. Klik tombol Browse untuk menentukan gambar, klik link Add one more picture untuk menambah kotak jumlah input untuk menampung lebih banyak gambar dengan batas maksimum 10 gambar.

Sebelum mengunduh hasilnya kita akan diberikan pilihan untuk mengatur ukuran gambar dan waktu jeda untuk tiap pergantian gambar. Setelah selesai dengan pengaturannya baru klik link Continue di pojok kanan.

Sebenarnya Gickr juga menyediakan cara alternatif lain untuk membuat GIF teranimasi yaitu dari gambar yang di-hosting pada situs media seperti Flickr, Picasa maupun dari situs video Youtube (mengubah video FLV menjadi file GIF). Namun fitur tersebut untuk sementara waktu belum dapat berjalan dengan baik karena sebelumnya situs Gickr mengalami kerusakan server yang berat.

Gambar animasi yang dihasilkan akan langsung ditampilkan berikut dengan kode HTML, BB code dan link gambar yang langsung di-host Gickr. Jadi, Anda bisa segera menempatkan gambar di tempat lain. Jika khawatir gambar tersebut hilang, Anda bisa mengunduhnya ke komputer melalui link yang tersedia untuk mendapatkan file dalam format GIF.

Ini beberapa kegunaan dari gambar beranimasi yang saya buat melalui layanan Gickr:

Banyak wajah/ karakter dalam satu gambar
Sebagai contoh saya gunakan wajah beberapa wajah dari karakter anime. Dengan ini saya bisa menunjukkan karakter apa saja yang saya sukai. Sebelumnya usahakan gambar telah diatur sehingga memiliki ukuran yang sama, karena jika tidak maka gambar menjadi tidak beraturan.

Moga tutorial ini bermanfaat dan lebih menambah ilmu kita. Amalkanlah ilmu walau hanya sedikit.

June 22, 2009

ke delapanbelas

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 3:10 pm
Tags:

Animator Indonesia Lebih Dipercaya Produser Asing

Salah satu film animasi karya komunitas animasi ditampilkan pada pembukaan acara “Urbanimation 2008: Pesta Animasi Indonesia” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (14/1). Urbanimation adalah sebuah kompetisi festival film animasi bagi para animator di Indonesia, Festival ini akan berlangsung sampai dengan Minggu (20/1).

Tanpa kehebohan di sana-sini, animator Indonesia menunjukkan kualitasnya merespons pasar internasional. Sayangnya mereka lebih dipercaya oleh produser asing dibanding produser dalam negeri. Industri animasi Indonesia memang belum berkembang.

Oleh karena itu, menurut Ketua Penyelenggara Pesta Animasi Indonesia 2008 Hanitianto Joede, animator Indonesia memerlukan perhatian maksimal. Terlebih saat ini marak serbuan animasi dari Amerika Serikat dan Jepang. Menurut dia, Indonesia memiliki banyak seniman animasi dan rumah produksi yang menghasilkan karya baik untuk kalangan sendiri hingga untuk konsumsi industri animasi dunia.

“Inilah yang perlu ditampilkan ke masyarakat agar lebih dikenal lagi, karena potensi di dalam negeri banyak sekali,” ujarnya di sela-sela pembukaan pesta animasi yang disebut Urbanimation 2008 itu.

Urbanimation 2008 adalah ajang pesta animasi yang memfokuskan diri pada proses mencari, menyosialisasikan, memasarkan, memaparkan dan mewujudkan seni dan industri animasi di Indonesia. Acara ini sekaligus mempopulerkan dan mengedukasi masyarakat bahwa animasi bukan hanya untuk anak-anak saja.

Dalam Urbanimation 2008 dikemas sejumlah acara lain seperti kompetisi film animasi nasional, pameran, pemutaran film animasi, seminar, dan loka- karya yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki Jakarta hingga tanggal 20 Januari 2008.

Untuk festival film animasi, peserta yang mendaftar sudah mencapai 102 orang. Mereka akan memperebutkan penghargaan terbaik. Para peserta diseleksi menjadi 30 terbaik yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Dwi Koendoro, Candra Endroputro, dan Michael Gumelar.

Tantangan

Dwi Koendoro, salah satu dewan juri yang juga animator senior menyebut, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah lama mengenal animasi. Khazanah budaya seperti wayang, adalah contoh animasi yang dimiliki bangsa Indonesia.

Belakangan dengan perkembangan teknologi, marak muncul gaya-gaya baru dalam animasi Indonesia. Seperti munculnya teknologi dua dimensi dan tiga dimensi.

“Tapi belakangan munculnya keunggulan teknologi ini malah terkesan menggampangkan proses pembuatan, sehingga hasilnya tidak maksimal,” ujar pencipta karakter Panji Koming itu.

Tantangan lain menurut Dwi adalah sulitnya menyatukan animator Indonesia. Ada egosentris yang besar pada animator Indonesia, sehingga terkesan sulit untuk diatur. Menurut Joedo, di kalangan animator sendiri belum banyak yang melihat dunia animasi sebagai industri. Seniman masih melihat animasi sebatas karya seni saja, padahal bisa dijual.

Tetapi kondisi ini juga disebabkan belum ada dukungan terhadap dunia animasi dalam negeri. Dia mencontohkan, dunia televisi yang kerap menayangkan film animasi cenderung memilih film animasi luar negeri dibanding karya lokal.

“Kalau dilihat, hitung-hitungan produksi film luar negeri memang lebih murah. Contoh film Doraemon atau Saint Saiya, yang berdurasi 30 menit paling dibeli oleh stasiun televisi Indonesia seharga US$ 1.500, sementara untuk memproduksi sendiri minimal dibutuhkan biaya Rp 75 juta. Apalagi kemudian belum tentu laku,” ujarnya.

Hal inilah, menurut Joede, perlu dilakukan terobosan baru, agar seniman animasi Indonesia mendapat hati di masyarakat. Banyak animator Indonesia yang mengerjakan proyek animasi dari luar tetapi nama mereka tidak tercantum karena kontraknya berbeda.

Game-game atau film animasi internasional pun pernah dikerjakan animator Indonesia,” ujar Joedo.

Dalam persaingan animator internasional, Joedo menyebut saingan terdekat Indonesia adalah India dan Tiongkok. Animator dari kedua negara itu juga mulai menggencarkan proyek-proyek internasional.

ke tujuhbelas

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 2:56 pm
Tags:

ENCHANTED: Terpikat Pangeran di Negeri Dongeng Abad 21

Inilah kisah yang diangkat dari dunia dongeng yang tak kunjung habisnya itu. Warna-warni kehidupan puteri jelita yang memimpikan pasangan hidup yang tampan dan tentu saja seorang raja, menjadi semacam legenda yang selalu asyik untuk disimak.

Sutradara Kevin Lama, yang pernah menyutradarai film 102 Dalmatians (2000) dan Tarzan (1999) kembali menyuguhkannya. Ada rasa baru yang dicoba ditawarkan. Lama memilih menggabungkannya antara dunia imajinasi dengan dunia sesungguhnya. Yap, sebuah produk animasi yang penuh imajinasi itu, kemudian meloncat dalam sebuah wujud yang nyata.

Lebih jelasnya, tokoh-tokoh animasi itu tiba-tiba saja menjelma menjadi sosok manusia yang sesungguhnya. Inilah yang dialami Puteri Giselle (Amy Adams) dari negeri dongeng.

Pada sebuah siang. Giselle tiba-tiba saja merasa begitu asing dengan lingkungan di sekitarnya. Tak satu pun orang yang ia kenali. Suasana pun drastis berubah. Tak ada lagi hamparan rumput yang indah, sungai-sungai yang mengalir jernih dan segala pemandangan nan elok.

Giselle tampak linglung. Ia justru seperti orang udik yang tersesat di sebuah kota metropolitan bernama New York. Gaun putih yang khas dikenakan para puteri raja, seolah  menjadi aneh di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang melintas di sebuah sudut kota padat penduduk itu.

Giselle tersesat di belantara hutan beton pencakar langit. Tak ada yang menolongnya, hingga akhirnya seorang bocah tertarik perhatiannya pada sosok Giselle yang terkesan aneh.

Tak ada yang tahu, jika Giselle adalah seorang puteri dari negeri entah-berantah di negeri dongeng. Dari sini lah, Lama, sutradara itu, mencoba menghadirkan ruang yang berbeda: Dunia animasi dan dunia yang sebenarnya.

Sedikit mengulas, kehadiran Giselle di kota New York terkait kelakuan Ratu Narissa (Susan Sarandon), ibu tiri kekasihnya, Pangeran Edward (James Marsden), yang dikenal bengis. Ia  sengaja menjauhkan Giselle dari pangeran pujaan hatinya. Giselle di buang hingga terdampar di New York, AS. Meloncat pada sebuah era yang tak pernah dijumpainya.

Pada adegan inilah, Lama, tak lagi menghadirkan Giselle dalam bentuk animasi, tapi sosok manusia yang seutuhnya. Pengalaman sang puteri di kota New York, tentu menjadi cerita yang menarik untuk di simak. Konflik inilah yang cukup mencuri perhatian.

Cerita yang disodorkan penulis skenario Bill Kelly, lumayan menghibur dengan segala gimick yang dihadirkannya. Memancing penonton untuk terus mengetahui babak demi babak cerita yang  disajikan.

Pertemuan dengan Morgan (Rachel Covey), bocah cilik itu, membawa cerita tersendiri. Kehadiran Giselle, seolah membawa malapetaka buat sang ayah, Robert (Patrick Dempsey). Hubungan asmara yang dibina Robert, ayah Morgan, dengan seorang perempuan nyaris berantakan lantaran kehadiran Giselle.

Buntutnya, konflik kian ramai dihadirkan. Nancy (Idena Menzel), kekasih Robert, dibakar api cemburu. Ia tak sudi ada perempuan lain di hati Robert. Tapi, tak sedikit pun perasaan lain hadir  di hati Giselle maupun Robert. Giselle masih yakin sang pangeran akan datang menjemputnya dari dunia yang hiruk-pikuk itu.

Satu masalah kelar, masalah lain muncul. Ambisi  Ratu untuk menghabisi Giselle masih terus membara. Giselle pun jadi incaran untuk dihabisi.

Menyaksikan dunia dongeng, pada akhirnya terasa tipis dengan dunia sebenarnya. Cerita tentang Giselle dan kisah cintanya selalu akan mengembara tak terbatas waktu dan ruang. Ya, seperti kisah cinta Giselle dan lelaki pujaannya.

ke enambelas

Filed under: non berita — asiaaudiovisualra09pernandacakrabuanakusuma @ 2:45 pm
Tags:

Doraemon Jadi Duta Besar Budaya Animasi Dunia

Kementerian Luar Negeri Jepang menunjuk tokoh kartun asal Jepang Doraemon sebagai duta budaya animasi seluruh dunia. Penunjukan ini dilakukan atas dasar rapat dari Kementerian Luar Negeri Jepang, ahli budaya pop, ahli komik, kaum professional dan pihak Shogakkan Production selaku pemegang lisensi Doraemon di Jepang.

Tokoh berupa kucing dengan kantung ajaib ini telah dilantik sebagai Duta Besar Budaya Animasi pada bulan Maret 2008 di Jepang untuk memerkenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat Jepang ke seluruh dunia. “Kunjungan Doraemon ke Indonesia sudah dua kali. Tapi kunjungan kali ini sangat spesial karena bertepatan dengan 50 tahun persahabatan Indonesia-Jepang,” sambut atase Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Yukari Kaji saat jumpa pers di Jakarta, (17/6).

Keberadaan tokoh kartun yang sudah menyapa masyarakat Indonesia sejak 18 tahun lalu ini sudah dikagumi oleh masyarakat di seluruh dunia. Selama ini tokoh kartun yang diputar di RCTI tersebut memberikan inspirasi kepada anak-anak hingga orang tua. Lanjut Yukari, melalui film-filmnya Doraemon mampu memberikan gambaran tentang cara berpikir dan cara bertindak masyarakat Jepang.

Pemerintah Jepang telah membuka hubungan diplomatik kedua ke Indonesia mulai 20 Januari 1958. Pada saat itu, Menteri Luar Negeri Jepang Aiichiro Fujiyama menandatangani perjanjian Perdamaian dengan Indonesia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Dr.Soebandri. “Indonesia telah bersahabat dengan Jepang sejak 50 tahun lalu. Dengan penunjukan Doraemon sebagai Duta Besar Budaya Animasi ini semoga makin mengukuhkan persahabatan kedua negara dalam 50 tahun ke depan bahkan selamanya,” tegas Susi Luhulima, sekretaris Komite Budaya Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ).

Organisasi PPIJ sendiri adalah organisasi yang mengedepankan hubungan persahabatan dan saling pengertian kedua negara sejak 1981. Hubungan yang dimotori oleh  alumni pelajar Indonesia di Jepang ini telah mengadakan pertukaran bidang budaya, olahraga, pendidikan, teknologi, aktivitas sosial dan ekonomi, termasuk mendatangkan Doraemon ke Indonesia.  Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, Doraemon akan mengadakan roadshow untuk film Doraemon the Movie, Nobita dan Dinosaurus yang akan tayang mulai 9 Juli 2008 ke Jabodetabek, Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Palembang, Batam, Pontianak dan Tanjung Pinang.

Maya Barack, ketua pelaksana dari Go Ad Communication pun merasa bangga bisa menyelenggarakan kegiatan bersama Doraemon di Indonesia. Kegiatan terdekat ini adalah Doraemon Dreamland, sebuah atraksi permainan berupa 17 wahana yang diperuntukkan bagi anak usia TK hingga dewasa.  Selain itu, kegiatan yang akan bertempat di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta 20 hingga 29 Juni 2008 ini ada festival makanan Jepang, gambar asli kartun Doraemon dari pengarang aslinya, Fujiko Fujio serta penyediaan komik Doraemon jilid penuh dalam dua bahasa, Indonesia dan Jepang.

Next Page »

Blog at WordPress.com.